Blog

Dalam kehidupan bermusik, gue melewati beberapa fase yang amat sangat penting  membentuk diri gue saat ini

1

Fase pertama adalah masa kecil gue. Masa dimana gue hidup dengan kakek dan nenek gue. Sejak saat itu, gue terbiasa dengan musik Klasik such as Chopin, Bach, Mozart, dan alirannya. Tetapi dari seluruh artis klasik, gue menyukai Chopin, karena setiap gue mendengarkan alunan melodi dan ritme piano yang dia mainkan selalu membawa gue secara emosional. Percaya atau enggak, setiap nada dan irama piano dari Chopin dari setiap lagunya sangat melekat di jiwa gue. terutama lagunya yang berjudul ” Frederic Chopin – Minute Waltz, Op. 64 No. 1 in D Flat Major “.
Kapanpun dan dimanapun gue mendengar nada Chopin gue akan kembali lagi di memori yang sama, begitu kuatnya pengaruh Chopin untuk perjalanan awal musik gue.

Dari musik klasik di masa kecil, gue mulai memasuki usia Sekolah Dasar di Taruna Bakti Bandung. Nah di jaman itu, gue juga seneng banget denger musik era nyokap, bokap dan om gue, yg namanya IvanDeva Wiryawan (yg bantu gugah lagu “Love Comes Around” di CD1, jadi genre swing jazz/bebop di CD2). Seperti Beatles, Genesis, Yes, Pink Floyd, Deep purple, Level 42 dan Queen. Sampai pada era gue jadi Michael Jackson mania banget, pokoknya i love everything about him ! Semua yang berhubungan dengan album Michael Jackson gue punya. Mulai dari piringan hitam, kaset, laser disc, video dan film Michael Jackson gue punya dan hampir semua tarian koreografi Michael Jackson gue bisa. Karena bagi gue, Michael Jackson, dia itu legenda musisi pop yang sangat fenomenal dengan lagu-lagunya yang abadi.

2

 

 

3

 

Setelah Michael Jackson minded, di jaman SMP gue mengalami transisi genre yang sangat drastis, karena pada saat itu gue jadi suka banget dengan musik keras.

Believe it or not, Napalm Death, Morbid Angel, Carcass, Entombed dan lain-lain. Lumayan banyak yang nanya kenapa sedrastis ini gue pindah genre, simple banget sih jawabannya. Waktu gue masuk SMP di Bandung semua temen-temen gue suka banget pada dateng ke acara musik underground yang aliran musiknya sangat keras, awalnya gue enggak suka karena menurut gue dengerin musik ini kayak dengerin mesin solar. Tetapi lama-lama gue penasaran, apa sih yang bisa dinikmatin dari musik kayak gini. Besarnya rasa penasaran gue, bikin gue mencoba memperhatikan detail skill dan ternyata memainkan musik grindcore itu sama sekali enggak gampang. Sampai pada saat itu gue iseng beli gitar kopong pertama gue dan mempelajari aliran ini. Eh… malah keterusan dan jadi suka banget. Nah, dari salah satu band di genre ini yang menurut gue paling unik adalah, Naked City. Mereka itu band yang sangat absurd karena memadukan musik jazz dan musik grindcore. Bagi gue Naked City sangat unik dan terlampau jenius.

 

4

Akhirnya setelah masuk dalam fase tersebut gue menemukan musik keras yang menjadi darah gue dan band yang abadi tentunya untuk gue sepanjang masa ada 2 band. Yaitu Metallica dan Sepultura.
Berhubung basic gue terbiasa klasik dari kecil, pas gue dengerin Metallica gue sangat terbius sekali dengan musiknya. Metallica bikin gue dapat mendengar dengan jelas music klasik dalam music keras mereka. Lu sebutin apapun tentang Metallica, gue tau semuanya. Bahkan dulu hampir semua lead guitar Metallica bisa gue mainin.

 

5

Bicara soal Sepultura, mungkin lagu “Dead Embryonic Cells” yang juga pastinya jadi jagoan semua fans Sepultura, itu lagu paling sangar yang pernah gue denger. Powerfull, galak dan bangun mood gue kapan pun. Satu lagi lagu Sepultura yang gue suka, judulnya “The Abyss”. Lu akan tau kenapa gue suka lagu ini kalo lu ngikutin fase musik gue dari awal.

6

Fase berikutnya adalah fase dimana gue menemukan musik aliran keras yang mash-up dengan musik Hip-Hop.
Gue suka banget kumpulan soundtrack dari film “Judgement Night” di tahunan 1993.
Mulai dari situ gue mencoba masuk mendengarkan PURE Hip-Hop seperti Wutang-Clan, Public Enemy, RUN DMC, Beastie Boys dan lain-lain.
Energy yang gue dapet dari musik hip hop ini walaupun powerfullnya beda dengan musik Metal, tapi justru di sini gue dapet ritme energy yang sangat hidup dari musik Hip Hop.

7

Pada masa itu yang paling menarik buat gue adalah Beastie Boys.
Mereka bisa gabungin nuansa Hip-hop, Funk dan Rock.
Bagi gue pada waktu itu dengerin Beastie Boys sama kaya dengerin aliran baru. Gue merasa band ini adalah band yang pertama kali menggunakan sampling secara analog dan memadukannya dengan live band.
Hampir semua lagu Beastie Boys gue suka. Dan salah satu lagu yang paling favorite dari band keren itu adalah “Three Mc’s And One DJ”
Original banget menurut gue.
Satu DJ Hip Hop dengan MC freestyle.
Apalagi yang lebih original dari itu, man?
That’s Hip Hop!

8

Di era yang sama gue menemukan band yang namanya Rage Against The Machine yang menguras energi gue saat mendengarkan musik mereka. Dari vokal, sound bass, ritme drum dan terutama suara gitar yang sangat nyolok ke kuping gue, membuat band ini sangat punya nilai lebih di gue. Dan karena gue gitaris, gue suka banget dengan cara permainan efek gitar Tom Morello, apalagi di lagu “Fistful of Steel”

9

Udah nggak perlu dibahas lagi sound distorsi selalu di sejarah musik gue. Ada beberapa electronic band yang mencuri perhatian dan telinga gue banget seperti Prodigy, Future Sound Of London, Chemical Brothers, UnderWorld dan banyak lagi. Bagi gue ketiga band itu ,terutama Prodigy, membawa music keras ke level baru. Paduan sound-sound analog dan digital secara electronik bikin lengkap sudah semua elemen-elemen musik ,yang membentuk diri gue sampai sekarang ini.

10

Setelah lu udah baca semua influence musik gue dari awal sampai sekarang, ada titik penting banget yang ngerubah segalanya.
Akhirnya gue masuk Underground Electronic Music, disitu gue menemukan aliran dasar House Music dengan berbagai Variasi-nya yang membuka wawasan musik gue jauh lebih berkembang dan luas. Untuk pertama kalinya gue kenal scene ini dari lokal DJ bernama Anton dari Future10.
Di jaman itu ,bagi gue, dia salah satu DJ yang mempelopori scene lokal House Music dan yang bikin gue suka banget karena di tengah setnya dia selalu ada sentuhan Electro Acid Rock.
Start dari sinilah gue beli Turntable dan mulai belajar sebagai DJ rumahan.
Namun, ternyata tidak se-simple itu. Setelah gue masuk kedalam scene-scene Underground Electronic Music Jakarta, gue amaze dengan banyaknya variasi dari house music. Kalo ditanya orang basic genre gue sebagai DJ Profesional di mulai dari House Music.
Salah satu DJ House dari luar yang memberikan insipirasi buat gue dengan karakter sound yang baru adalah Frankie Knuckles.
Gue enggak menutup diri untuk selalu belajar atau menutup telinga di dunia Electronic Music, sampai akhirnya gue menemukan diri gue dalam sebuah dunia musik yang sangat bervariasi dan berevolusi terus.

11

 

Sekarang ini influence terbesar gue di dunia Electronic Dance Music adalah Daft Punk, Zedd and Madeon.

12
Melodic dan digital yang bercampur jadi satu kesatuan sound masa kini yang tidak menghilangkan esensi analog dan unsur “human”/live dalam instrument Electronic Music. Hal tersebut gue dapetin di ciri khas sound mereka.
Seiring dengan ini semua, tetap gue banyak mendengarkan berbagai macam genre baik dalam dunia dance atau band.
Dan sekarang ini, band yang akan selalu jadi band abadi gue adalah ColdPlay.
Semua album dan lagunya mereka sangat sempurna buat gue. Semua unsur emosi ada di dalamnya. Powerfull, rocking, melodius catchy juga smart, dan juga trippy.

Dan semua itulah yang terakhir menginfluence musik gue sampai saat ini.

Besok gue akan mulai masuk ke awal proses pembuatan album.
Dan gue akan kasih tau siapa aja musisi yang terlibat di dalamnya.

Cheers!

 

Sebelum gue ngomongin album, ada yang penting yang mau gue share ama kalian.
Mungkin yang ngikutin gue dari awal karya, pasti tau siapa aja yang ada dalam foto ini, dia adalah Herdy.
Orang yang berperan besar dalam karir gue sebagai produser Electronic Dance Music. Kami pada awalnya membentuk sebuah grup elektronik musik bernama “JUNKO”, Herdy waktu itu adalah orang yang sangat suka aliran Trance sementara gue suka House banget, emang kedengarannya lucu sih ketika kita membuat grup yang alirannya beda, tapi justru di situlah kita menemukan warna musik sendiri yaitu “Melodius” dengan Bassline House.
Progressive House, Breaks, dan unsur Electro dengan sedikit sentuhan Ride tekno sangat kental di musik kita.
Rilis lagu single kita yang pertama itu judulnya “Tokio” di kompilasi “Jakarta Movement05″ tahun 2005.
Dan kesininya, banyak project lagu yang kita buat masing-masing.
JUNKO sendiri akhirnya berkembang menjadi label DJ dan beberapa dari teman kami di Junko-pun sudah jadi produser.

13

 

Ok.. Sekarang gue akan mulai sharing dari awal mula gimana proses album gue berjalan…

Perjalanan karir gue sebagai DJ dan Produser cukup makan waktu yang lama, tapi sayangnya keseriusan gue sebagai produser terpecah belah ketika gue memasuki dunia film sehingga fokus gue terbagi dua antara DJ dan seni peran.
Bahkan ada saat-saat gue sama sekali tidak menyentuh lagi produksi musik elektronik karena sebagian besar waktu gue termakan gig DJ di luar kota yang cukup padat dan shooting film dan lain lain.
Sampai pada akhirnya, gue kangen balik lagi ke dunia produksi musik elektronik walaupun gue tau bahwa gue ketinggalan banyak sekali update teknologi producing music.
Tanpa di rencanakan ,ternyata yang Mahakuasa menemukan gue ama anak muda Bali yang namanya “Evan Virgan”

14
Dia adalah DJ sekaligus Produser yang masih sangat muda dan berbakat.
Pertemuan kita kocak sih.. di Twitter. Dia ngirim lagu ke gue hanya sekedar untuk mendengar produksi music dia dan gue nggak sengaja juga ngeliat mention dia di Twitter. Dan dari situlah semua awalnya terjadi. Foto ini adalah hari pertama gue mencoba produksi bareng Evan untuk mencari chemistry antara gue dan dia ,apakah dia bisa menjadi Co-produser gue?

Thank God everything went so well.

 

Di Album gue ini banyak sekali sahabat musisi yang sangat berbakat dan murni terlibat karena skill mereka yang bagus dan pertemanan yang kental.
“Maruli Tampubolon” adalah salah satu pengisi vocal di album gue yang sudah gue anggap seperti adik sendiri.

15
Gue suka ama Ruli karena sangat total dalam kerja sama dan kalo ngomongin suara sih, yah kalian nilai sendiri lah yah. He has a golden voice!
“LOVE COMES AROUND” adalah lagu pertama di album yang dibuat di rumah Ruli beserta Abang, calon istri Abangnya (which is sekarang sudah jadi istrinya) & saudaranya.
Start dari sebuah gitar akustik dengan canda tawa ,terciptalah sebuah nada dan lirik yang gue suka. Akhirnya nada mentah itu gue bawa ke Bali dan jadi lagu dance pertama yang jadi.

 

Setelah lagu pertama di album gue jadi, tiba-tiba gue punya ide untuk meng-arrange ulang lagu “LOVE COMES AROUND” menjadi genre swing jazz contemporer. Kebetulan gue punya paman yang sangat berbakat main piano bernama “Ivan Deva Irwantoro Wiryawan”.

16

Kita berdua mengubah lagu tersebut. Akhir lagu ini diperkaya dengan solo terompet yang dimainkan oleh “Rio Sidik”. Nama yang nggak asing lagi buat temen2 penikmat musik Jazz. Kalo nanti lu pada denger backing vocal di lagu ini yang mencuri perhatian, nggak lain yang meng-aransemen dan yang nyanyi adalah “Aqinomoto Singgih”.
Balik lagi ke Maruli Tampubolon.. Dia sebagai main vocal bawain lagu ini sangat soulfull.

Music 80’s adalah musik yang cukup berpengaruh buat gue, sehingga gue ingin sekali punya sebuah lagu yang ada nuansa dalam era tersebut tapi tidak lari dari unsur melodic dan distorsi gue.
Di lagu “Space Runner” gue di bantu Vokalis band alternative dari sebuah band yang bernama “Monkey to Millionaire”.

17
Salute buat “Wisnu” yang bisa dapetin lirik dan rasa yang sama dengan atmosphere music dari “Space Runner”.
Setelah masuk proses take vokal, akhirnya gue pilih “Aqinomoto Singgih” untuk ngisi vokalnya.
Jujur aja nih.. Aqinomoto ngisi vokal dengan 3 karakter berbeda di 3 lagu di album gue. Ini orang jenius! Lu akan denger dia bawain lagu ini sangat new wave.

Siapa yang enggak tau “Aqinomoto Singgih”?
Dia adalah vokalis dari band Alexa. Sebuah band yang sangat gue kagumi.

18

Gue harus mengakui bahwa Aqi membawa beberapa lagu di album “PLAYLIST” menjadi sangat berwarna, menjadi indah, dan dia membawakan lagu gue yang berjudul “Space Runner” dengan tone suara dengan aksen inggrisnya yang masuk ke setiap beat dan melodic dari music tersebut.
Aqi terlibat dalam kolaborasi 4 lagu di dalam album gue. Salah satunya adalah “Mellow Weather”. Di sini gue beruntung banget karena istri-nya Aqinomoto yang bernama “Audrey Singgih” mau mengisi di lagu “EVERYTHING”.
Lagu ini ada 2 versi.. Versi dance dan akustiknya, nggak diragukan lagi suara seksi-nya Audrey dan arahan pecahan suara Aqinomoto bikin gue menjadi fans mereka ketimbang menjadi partner dalam bermusik karena apalagi yang harus gue bilang yah tentang mereka?
Let me put this way…
I’m very lucky to meet this brilliant husband and wife…
In my Junko words for them is….
U guys r so likaaaaaaaaam!!

 

Nggak dipungkiri gue hidup di era 90an seperti yang gue udah ceritain di sebelumnya.
Oldskool hip-hop yang mengisi hari-hari gue di jaman itu, makanya gue bikin 2 lagu yang bernuansa Oldskool Hip-Hop dan gabungan Twerk dengan electro.
Gue nggak salah milih untuk ambil “Abdulrahman” dan “Tatis Boom” sebagai rapper.
Believe me, these guys is a “Likaam” dawg!

19
2 orang ngocol, unik dan punya attitude yang pas banget buat mengisi di lagu “IT’S TIME TO PARTY!!!”
Btw ada special performer di lagu ini. Dia seorang DJ HipHop, teman lama gue, namanya “DJ CREAM”. Dan gue suka banget dateng ke acara yang namanya Rewind Classic.
Gue pas liat main, gue rombak ulang lagu gue hanya buat dia ngisi scratching di tengah lagu gue.
And wooow dude!
He is one of the best!
Bukan cuma ngisi di album gue ,tapi gue dapet input yang bagus untuk cara distribusi dan dia banyak bantu gue dalam proses album di akhir akhir. Thanks Eja!!! Love u man!
Ok.. Cerita sedikit soal Tatis Boom, gue kenal dia di San Fransisco.
Sekarang dia jadi salah satu pendatang baru di dunia music Indonesia.
Gue sangat tertarik dengan lagu dia yang berjudul “WORK IT OUT”
Senang banget akhirnya gue bisa nge-remix lagu dia dan masuk album ini.

Nah akhirnya kita sampai di part yang inti. Part di mana album ini full diproduksi.
Jakarta-Bali, Bali-Jakarta.
Gue terbang bolak balik selama beberapa kali karena basecamp produksi gue di Bali, sementara gue berdomisili di Jakarta.

20
Gue beruntung kerja dengan “Evan Virgan” karena dia sangat fokus, antusias dan memahami dari karakter music yang gue mau dan juga memahami karakter pribadi gue.
Walaupun era kita sangat berbeda, Evan bisa menyampingkan ego-nya untuk ada di samping gue menjadi co-produser “PLAYLIST” , dia melengkapi gue secara teknis dan emang itu yang gue butuhkan.
Dari hubungan kerja yang cukup baku sampai menjadi seperti adik gue sendiri terciptalah album ini.
I just wanna say thank u so much Van for making this happened and we will continue to work together as a partner.
My man Evan Likaam Virgan!!

Orang-orang di dalam dua foto ini adalah orang-orang yang sangat membantu gue dalam teknis pekerjaan secara analog dan digital.
Start dari pengambilan vocal, take gitar, take bass dan sampai mastering album.
Tanpa mereka album “PLAYLIST” ini tidak akan sesuai dengan apa yang gue harapkan.

21Ketawa, sharing, support, happy dan friendship yang gue dapet dari ketiga orang ini selama proses pembuatan album “PLAYLIST” satu orang yang namanya “Dudunk” (Amir Syaeiffudin) terlibat langsung sebagai manajer produksi album “PLAYLIST”. Nah ini dua makhluk ajaib “Black” dan “Rino”. Mereka adalah orang yang setia nemenin gue di Bali saat gue produksi.

Album ini pas banget dengan 20 tahun karir gue menjadi seorang DJ, suka duka dalam prosesnya membuat gue bisa melihat hal baru dalam hidup. Terlepas dari macam-macam genre music di album gue, yang mewakili gue sebenarnya sebagai seorang musisi, juga memperlihatkan bermacam-macam emosi, suka duka kehidupan gue bersama teman-teman gue. Thank you guys … buat lu semua yang men-support gue apa adanya. “PLAYLIST” ini untuk lu semua.

22

 

Winky Wiryawan

Loading ..